Meningkatnya populasi nyamuk di lingkungan sekitar dapat meningkatkan risiko penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Gejala DBD yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, muncul bintik merah pada kulit, serta rasa lemas. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Upaya pencegahan yang paling efektif adalah menerapkan 3M Plus secara rutin, yaitu:
- Menguras tempat penampungan air secara berkala.
- Menutup rapat tempat penampungan air.
- Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air.
Plus:
- Gotong royong membersihkan lingkungan.
- Memeriksa tempat-tempat penampungan air.
- Menyimpan pakaian bekas pakai dalam wadah tertutup.
- Menggunakan obat anti nyamuk.
- Memberikan larvasida pada penampungan air yang sulit dikuras.
- Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
- Menanam tanaman pengusir nyamuk.
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
- Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.
Kapan Harus ke Puskesmas?
Segera datang ke puskesmas atau IGD bila mengalami:
- Demam tinggi lebih dari 2 hari.
- Muntah berulang atau tidak mau makan dan minum.
- Nyeri perut hebat.
- Perdarahan dari gusi, hidung, atau muncul banyak bintik merah.
- Tubuh sangat lemas atau mengantuk terus.
UPTD Puskesmas Banjarangkan II mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan 3M Plus secara konsisten agar terhindar dari DBD. Pencegahan dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar kita.